Islam · Korean daily · mikirmikir

:’)

—“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) yang mendekatkan diri kepada Nya. Supaya kamu mendapat keuntungan.” (QS. Al-Maidah: 35)—

Pernah dulu terpikir, “Ya Allah, jika suatu saat Engkau mengizinkan hamba berada di belahan bumi Mu yang lain, pasti semakin besar rasa syukur hamba atas nikmat iman dan Islam ini, di sana..” Dan hanya Allah Yang Maha Mengetahui, ‘saat’ itu datang juga padaku.

Aku datang dari sebuah negara yang lebih dari 86% penduduknya adalah muslim. Kemudian jika saat ini kondisi tersebut diibaratkan pada bergulirnya sebuah roda, maka sekarang posisinya kurang lebih diputar 180 derajat dari keadaan semula. Di sebuah negara dengan presentase muslim yang sangat-sangat sedikit dari total penduduk, di sanalah aku berada.

Di kota kecil ini, hanya aku saja yang mengenakan jilbab. Terkadang aku menangkap orang lain di institut, di supermarket, di jalan men-scan penampilanku. Aku tidak terlalu terkejut dengan hal ini karena akan pasti terjadi pada wanita berjilbab yang bertandang di negara yang tidak familiar dengan hijab. Sejauh yang ku rasakan hari itu, aku optimis dengan tantangan dua tahun ke depan.

Alhamdulillah, ada setidaknya sebuah space kecil di kampus yang luas ini yang bisa ku pakai untuk sholat di jam-jam tertentu.

Sungguh awalnya aku tidak bisa menerima mengapa untuk melakukan ibadah atau jilbab yang di tanah air merupakan sesuatu lazim, di sini menjadi hal aneh yang patut dijadikan tontonan dengan pandangan “Ngapain sih dia? Gak panas apa kepalanya ditutup?” Hingga sesekali, bahkan sampai sekarang, di waktu maghrib aku merasa mendengar adzan maghrib bersahutan dari balik perbukitan yang mengelilingi institut. Mungkin karena kerinduanku yang begitu besar terhadap adzan dan mudahnya kehidupan muslim di Indonesia.

Sampai akhirnya hari itu tiba, setelah aku yakin bahwa Allah tidak akan membiarkanku tersesat sendiri di sini, siang ini aku ikut berjamaah sholat Dzuhur dengan orang-orang Malaysia, Korea, dll. memang hanya sedikit shaf yang terisi. Tapi mendengar adzan live di Korea, mendirikan sholat di masjid, melihat orang-orang seiman yang berkumpul,  merupakan satu rangkaian dramatis yang tidak bisa ku lalui tanpa tetesan air mata. Dan aku pun semakin yakin, sungguh Allah telah menuliskan kerangka hidupku dengan begitu indahnya.

Awal kedatanganku, aku hanya mengharapkan sebuah space kecil untuk menunaikan kewajiban dan kebutuhanku pada Tuhan ku. Namun hari ini aku mendapatkan sesuatu yang bahkan lebih dari itu. Dan ku sadari, sejatinya ini adalah bumi kita pula, karena -walau hanya dalam komunitas kecil- telah ada kalimat syahadat di sini..

Dari Abu al-Abbas Abdullah bin Abbas ra, beliau berkata, “Satu saat saya berada dibelakang nabi Saw, kemudian beliau Saw berkata, “Wahai ananda, aku ajarkan kepadamu pelajaran,(yaitu) Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika satu umat berkumpul untuk meminta manfaat sesuatu kepadamu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali musibah yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”

(HR. Tirmudzi dan dia berkata haditsnya hasan sahih.)

Jeongeup, Jeollabukdo 2012.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s