curcol

Episode Sakit (Part 4)

22 April 2010

Saya bangun pukul 12 malam, karena teriakan TOA ibu2 perawat: “MBAK HAYU TYAS UTAMI!!”

(bahkan amy, mbah2 yg di sebelah saya dan ibu2 penunggu si mbah2–IPSM–  juga ikut bangun!).

ternyata, saya harus dicek darah lagi. Tapi, karena rasa kantuk yang teramat sangat,

bahkan saya gak tau kapan darah saya selesai diambil dan perawat itu pergi.

Pukul 4, saya terbangun sebentar. Tidak demam dan meracau seperti kemarin. Saya lihat Amy,IPSM sholat dan tilawah.

Pukul 5.50, dokter datang memeriksa keadaan saya.Memeriksa denyut nadi saya.

Dokter: “mbak Hayu, usianya 21?”

Saya: “iya, Dok”

Dokter: “kuliah dimana?”

Saya: “UGM. Teknik”

Dokter: “anak saya di UGM juga. laki2. 21tahun. taqwa, tampan, tajir, KU. Maumaumau?” –khayalan yang aneh 😛 nggak ding,dokternya ga ngomong gitu, hueheh 😛

Dokter: “olahraganya apa?”

Saya: “jogging & renang, Dok”

Dokter: “hmm..bagus..bagus..” (apanya yg bagus? keadaan nadi saya? atau kebiasaan saya olahraga ya? ah, biarlah itu menjadi misteri hingga sekarang..)

Pukul 6.45, saya terbangun lagi, Mama datang!!

Mama segera menyuruhku meminum teh hangat yg dibelinya di depan RS. Karena jam7 ada kuliah, amy meninggalkan aku berdua bersama mama.

Mama datang dan saya merasa tersiksa normal! setiap menit, selalu disuruh minum sari kurma, remufit, air putih, jus jambu, makan bubur & ngemil.

Padahal saya selalu ngantuk dan merasa tersiksa karena harus sering ke kamar kecil dgn selang infus. Hari itu, saya juga sudah tidak mau makan dgn bubur.

Bosan. Rasanya pengen makan nasi padang ato nasi goreng bu minah ato kwetiau rembo ato apalah yang pedes2 :gataudiri:

Ah ya, karena sudah dua hari tidak mandi, hari ini saya di-lap dan dibantu berpakaian oleh mama. Merasa benar2 seperti baby huey.

Dari sekitar jam 11 siang-8 malam, saudara dan teman-teman datang menjenguk. Sehingga hari itu saya tidak istirahat.

Pukul 9 malam, Amy, Amel dan Risa pulang.

Simbah dan IPMS hari ini juga pulang hari ini, sehingga saya dan mama hanya berdua malam itu.

Saya rasa, saya sudah cukup sehat dan bisa pulang besok. Bahkan, sebagian besar teman yg datang menjenguk merasa kaget ketika melihat saya begitu sehat.

Pukul 11 malam, seorang dokter datang, dan memeriksa keadaan saya lagi.

Dokter menganggap saya kurang istirahat hari itu, dan trombosit saya turun lagi, hematoklit saya kembali kental.

::ternyata, indikator DB itu bukan trombosit lho! tapi hematoklit. Trombosit mau naik/turun itu ga terlalu dipermasalahkan.

indikator WHO untuk DB: hematoklit. semakin kental, keadaan pasien semakin tidak bagus.

begitu juga dgn widal, ternyata sekarang bukan menjadi indikator tipus.

dan kata dokter, besok saya blm bisa pulang, karena siklus DB seperti pelana kuda. demam tinggi-turun (justru ini masa kritis)-demam tinggi lagi.

kaya iklan 🙂

Yang datang hari ini: Risa, Puspa, Amel, Amy, Echi, Ayu, Ning, Reza, Apri, Rina, Sheila, Rindi, Tetty, Sekar, adeknya Sekar, Hayu Muslimah, Mitu, Ade, Galih, Ulin, Arstiyan, Nanda, AJB, Om Anto, Mbah Rub, Bulek Eli dan suaminya, Bondan, Dipo, Anjas, Farah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s