mikirmikir · wacana-wacini

Reminder.

Mba ayu, ibunya umi meninggal..

Aao Pipoy!!@14:35.00, 13-02-2009

Sms dari adikku yang hanya berisi 5 kata itu membuatku terperangah.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,,

Ibu Umi, adalah tetangga sebelah rumah nenekku. Aku terakhir bertemu dengannya saat lebaran tahun lalu. Tidak disangka, itu menjadi lebaran terakhir beliau..

Hmm..jadi teringat saat masih sma, akhir kehidupan seorang adik kelasku.

Seusai sekolah sebelum pulang ke rumah, dia berkata pada temannya:

”sholat ashar dulu yuk, takutnya di jalan ada apa-apa..”

Mereka berdua pun menunaikan sholat ashar di sekolah.

Dan, ternyata memang ada apa-apa..

Mereka tertimpa musibah kecelakaan motor.

Temannya mengalami patah tangan. Sementara, beliau meninggal setelah koma beberapa hari di rumah sakit…

–Hidup, seperti sebuah garis. Dan kau menggariskannya pada secarik kertas.

’Kita ada dimana?’ tanyamu. ’yang ujung saat kita lahir, satunya lagi saat kita menutup mata, dan kita ada dimana?’ tanyamu. Lagi.

Aku menekurinya. Tanpa kata.

’Kita tidak tahu kan? karena kita tidak tahu garis hidup kita sepanjang apa, pendekkah, panjangkah, dan meskipun kita tahu, kita pun tidak tahu kita ada di titik keberapa dari awal atau masih tersisa berapa

titik lagi hingga ke akhir, iya kan?’

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try..

Advertisements

3 thoughts on “Reminder.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s